Merdeka
Bebas menentukan arah sendiri. Kedaulatan atas tanah, laut, udara, dan masa depan — ditegakkan tanpa tawar.
Delapan puluh satu tahun sejak proklamasi dikumandangkan. Satu bangsa, ribuan pulau, ratusan bahasa — berdiri di atas cita-cita yang sama: Indonesia yang merdeka, adil, dan makmur.
Kemerdekaan yang direbut pada 1945 diwariskan bukan sebagai monumen, melainkan sebagai tugas. Tiga nilai ini yang terus dijaga lintas generasi.
Bebas menentukan arah sendiri. Kedaulatan atas tanah, laut, udara, dan masa depan — ditegakkan tanpa tawar.
Bhinneka Tunggal Ika bukan slogan. Perbedaan suku, bahasa, dan keyakinan adalah bahan bakar, bukan penghalang.
Generasi berikutnya mewarisi bangsa yang lebih kuat: berdaulat pangan, berdaulat teknologi, berdaulat martabat.
Jumat, 17 Agustus 1945, pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Setelah perang mempertahankan kemerdekaan dan meja perundingan, kedaulatan Republik Indonesia diakui secara penuh di dunia internasional.
Babak baru demokrasi: kebebasan pers, pemilu langsung, dan otonomi daerah mengubah wajah tata negara Indonesia.
Bangsa dengan lebih dari 280 juta jiwa, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dan bonus demografi yang menjadi taruhan satu generasi.
Detik demi detik menuju upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih berikutnya.
Kibarkan bendera, ikuti upacara, hidupkan gotong royong di lingkunganmu. Kemerdekaan dirawat oleh tindakan kecil yang dilakukan bersama-sama.